Senin, 10 Juni 2013

Manfaat dan resiko investasi obligasi

By Unknown | At 01.48 | Label : | 3 Comments

Obligasi 

Manfaat dan resiko investasi obligasi
Produk BEI yang perlu Anda kenali selanjutnya adalah obligasi. Apa itu obligasi? Obligasi adalah surat berharga (berupa surat utang) jangka panjang yang diterbitkan oleh lembaga tertentu dan memiliki nilai nominal serta masa jatuh tempo.  Walaupun tidak memiliki pamor sementereng saham, namun obligasi menjanjikan nilai investasi tertentu yang diminati oleh investor dalam pasar bursa efek.Produk bursa yang satu ini boleh dibilang kurang dikenali oleh masyarakat, sehingga kebanyakan khalayak masih belum mengenal seluk beluk obligasi. Salahs satu macam obligasi yang bisa kita dapatkan di pasar bursa adalah obligasi kupon yang memiliki tingkat bunga tetap serta fixed.Sebagaimana layaknya deposito, maka obligasi juga menjanjikan bunga kepada Anda secara berkala, bisa setiap 3 bulan, atau enam bulan. Bahkan ada yang memiliki masa jatuh tempo 1 tahun.
Saat jatuh tempo, maka penerbit obligasi harus membayar kepada investor sesuai dengan ketentuan bunga yang berlaku dalam kupon. Oleh karena itu, membeli obligasi merupakan sebuah alternatif pilihan bagi investasi jangka dekat, sekitar 2 hingga 5 tahun saja.Contohnya, Anda membeli obligasi senilai Rp 200 juta untuk jangka waktu selama 5 tahun dengan tingkat suku bunga sebesar 12%, maka setiap tahun Anda akan menerima uang sebesar 24 juta. Saat tahun ke-lima yaitu masa jatuh tempo, maka pihak penerbit obligasi harus membayar kepada Anda Rp 200 juta. Obligasi adalah salah satu produk BEI.

Manfaat Obligasi :

1. Bunga 
Bunga dibayar reguler sampai jatuh tempo dan ditetapkan dalam persentase dari nominal. Contoh : Obligasi dengan kupon 10% akan membayar Rp 10,- setiap RP 100,- dari nominal setiap tahun.
2. Capital Gain 
Capital gain diperoleh jika investor membeli obligasi dengan diskon yaitu dengan nilai lebih rendah dari nilai nominalnya.  
3. Hak klaim pertama 
Jika emiten bangkrut atau dilikudasi maka pemegang obligasi sebagai kreditur memiliki hak klaim pertama atas aktiva perusahaan.
4. Jika memiliki obligasi konversi
Investor dapat mengkonversikan obligasi menjadi saham pada harga yang telah ditetapkan dan kemudian berhak untuk memperoleh manfaat atas saham. 

Resiko investasi pada obligasi

1. Gagal bayar (default)
Terjadi jika kegagalan emiten untuk melakukan pembayaran bunga serta hutang pokok pada waktu yang telah ditetapkan.
2. Capital Loss
Terjadi jika obligasi yang dijual sebelum jatuh tempo dengan harga yang lebih rendah dari harga belinya.
3. Callability
Terjadi jika sebelum jatuh tempo, emiten mempunyai hak untuk membeli kembali obligasi yang telah diterbitkan.

Manfaat dan resiko investasi saham

By Unknown | At 01.22 | Label : | 3 Comments

SAHAM 

Manfaat dan resiko investasi sahamSaham adalah sertifikat yang menunjukkan bukti kepemilikan suatu perusahaan dan pemegang saham memiliki klaim atas penghasilan dan aktiva perusahaan. 

Saham ada dua jenis, yaitu : 

1. Saham Biasa 
Merupakan jenis efek yang paling sering dipergunakan oleh emiten untuk memperoleh dana dari masyarakat dan juga merupakan jenis yang paling populer di Pasar Modal. Jenis ini memiliki karakteristik : 
- Hak klaim terakhir atas aktiva perusahaan jika perusahaan dilikuaidasi.
- Hak suara proporsional pada pemilihan direksi serta keputusan lain yang ditetapkan pada RUPS.
- Deviden, jika perusahaan memperoleh laba dan disetujui RUPS 
- Hak memesan efek terlebih dahulu sebelum efek tersebut ditawarkan kepada masyarakat.
2. Saham Preferen 
Memiliki karakteristik sebagai berikut :
- Pembayaran deviden dalam jumlah yang tetap.
- Hak klaim lebih dahulu dibanding saham biasa jika perusahaan dilikudasi
- Dapat dikonversikan menjadi saham biasa.

Manfaat investasi pada saham, antara lain : 

1. Deviden 
Adalah bagian keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham. Jumlah deviden yang akan dibagikan diusulkan di dalam RUPS. Ada dua jenis deviden yaitu deviden tunai dan deviden saham. Kalau deviden tunai adalah jika emiten membagikan deviden dalam bentuk uang untuk setiap saham yang dimiliki. Kalau deviden saham adalah jika emiten membagikan deviden dalam bentuk saham baru perusahaan yang pada akhirnya akan menambah jumlah saham yang dimiliki.
2. Capital Gain 
Investor dapat menikmati capital gain jika harga jual melebihi dari harga beli saham. 

Resiko investasi saham antara lain : 

1. Tidak ada pembagian deviden
Terjadi jika emiten tidak dapat membukukan laba pada tahun yang berjalan dan RUPS memutuskan deviden digunakan untuk ekspansi usaha.
2. Capital Loss
Terjadi jika harga jual saham lebih murah daripada harga belinya.
3. Resiko di likuidasi
Jika emiten dilikuidasi, maka pemegeng saham memiliki hak klaim terakhir terhadap aktiva perusahaan setelah seluruh kewajiban emiten terbayarkan.
4. Saham delisting dari Bursa
Terjadi jika karena beberapa alasan tertentu saham dapat dihapus pencatatannya (delisting) di Bursa, sehingga pada akhirnya saham tersebut tidak dapat di perdagangkan.

Pasar Modal

By Unknown | At 00.47 | Label : | 0 Comments

Pasar Modal 

Pengertian pasar modal
Pasar Modal adalah wahana untuk mempertemukan pihak-pihak yang memerlukan dana jangka panjang dengan pihak yang memiliki dana tersebut. Pengertian Pasar Modal Menurut Undang-Undang Pasar Modal (UU No.8 Th. 1995) adalah kegiatan yang bersangkutan dengan:
• Penawaran umum dan perdagangan efek,
• Perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya,
• Lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek Fungsi Pasar Modal
• Sumber dana jangka panjang
• Alternatif investasi
• Alat restrukturisasi modal perusahaan
• Alat untuk melakukan divestasi 

Apakah Penawaran Umum ? 

Adalah kegiatan penawaran efek yang dilakukan oleh emiten (perusahaan) untuk menjual efek tersebut kepada masyarakat.
Proses Penawaran Umum

1.Pasar Perdana

• Penawaran efek oleh sindikasi penjamin emisi dan agen penjualan
• Penjatahan
• Penyerahan efek 

2.Pasar Sekunder 

• Emiten mencatatkan sahamnya di Bursa
• Perdagangan efek di Bursa 

Pasar Perdana vs Pasar Sekunder 

1.Pasar Perdana
• Harga saham tetap
• Tidak dikenakan komisi
• Hanya untuk pembelian saham 
• Pemesanan dilakukan melalui agen penjualan
• Jangka waktu terbatas 
2.Pasar Sekunder
• Harga berfluktuasi sesuai dengan kekuatan pasar
• Dibebankan komisi
• Untuk pembelian maupun penjualan saham
• Pemesanan dilakukan melalui anggota bursa
• Jangka waktu tidak terbatas

Jumat, 07 Juni 2013

Konsep Manajemen Pemasaran

By Unknown | At 21.46 | Label : | 0 Comments

A.Pengertian Manajemen Pemasaran 

Pengertian Manajemen PemasaranYang dimaksud kegiatan pemasaran adalah segala kegiatan yang berkaitan dengan mengalirnya produk dari produsen ke konsumen, seperti kegiatan penetapan harga, pengemasan produk, promosi dan distribusi. Menurut W. Stanton Pemasaran adalah sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan pembeli maupun pembeli potensial.Manajemen Pemasaran adalah sebagai analisis, perencanaan, penerapan, dan pengendalian program yang dirancang untuk menciptakan, membangun, dan mempertahankan pertukaran yang menguntungkan dengan pasar sasaran dengan maksud untuk mencapai tujuan – tujuan organisasi.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa manajemen pemasaran adalah sebagai kegiatan yang direncanakan, dan diorganisasikan yang meliputi pendistribusian barang, penetapan harga dan dilakukan pengawasan terhadap kebijakan-kebijakan yang telah dibuat yang tujuannya untuk mendapatkan tempat dipasar agar tujuan utama dari pemasaran dapat tercapai.

B.Konsep Manajemen Pemasaran 

Dalam manajemen pemasaran ada dua konsep yang dilakukan, antara lain : 

1.Konsep pemasaran (The Marketing Concept) 

Merupakan orientasi bahwa tugas pokok perusahaan adalah menentukan kebutuhan, keinginan dan penilaian dari pasar yang menjadi sasaran. Kemudian, menyesuaikan kegiatan perusahaan yang sedemikian rupa agar dapat menyampaikan kepuasan yang diinginkan pasarnya secara lebih berdaya guna serta berhasil guna dibandingkan pesaingnya. Dalam konsep ini, volume penjualan yang menguntungkan memang menjadi tujuannya. Akan tetapi, laba yang diperoleh dari volume penjualan itu harus didapat melalui kepuasan konsumen. 

2.Konsep penjualan (The Selling Concept) 

Konsep penjualan orientasinya berbeda dengan konsep pemasaran. Adapun yang menjadi prinsip dalam konsep penjualan antara lain : 
-Tugas utama perusahaan adalah mencapai volume penjualan setinggi-tingginya. 
-Para konsumen harus didorong untuk membeli dengan berbagai cara peningkatan penjualan.
-Para pembeli kemungkinan akan melakukan pembelian lagi. Apabila tidak membeli, masih ada konsumen yang lain. Perusahaan yang menganut konsep ini lebih mementingkan volume penjualan daripada kepuasan konsumen.
◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Pengunjung

Flag Counter

Copyright © 2012. Profesional Pendidik - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Blog Bamz